Tanda Baca Huruf Hijaiyah

  • 7 min read
  • Jun 28, 2021

Tanda Baca Huruf Hijaiyah

Ketika membaca al-Quran, kamu akan menemukan tanda baca huruf hijaiyah. Di mana, pengenalan tanda baca ini merupakan modal kedua membaca al-Quran setelah pengenalan huruf.

Kamus sudah tahu belum ada apa saja tanda baca huruf hijaiyah yang harus kamu pelajari? Semoga sih sudah pada tahu. Karena membaca al-Quran kan sudah seharusnya menjadi kebiasaan dan gaya hidup seorang muslim.

Jangan sampai deh kamu nggak bisa baca al-Quran. Tapi kalau saat ini memang belum bisa, ya jangan lupa dan jangan lelah untuk belajar.

Karena semuanya akan bernilai pahala di sisi Allah. Dan kali ini, kami akan membantu kamu dalam proses tersebut.

Kenapa Harus Bisa Baca Al-Quran

Sebenarnya, kenapa sih kita harus tahu tanda baca huruf hijaiyah? Kenapa juga meski bisa membaca al-Quran? Mungkin, masih ada yang suka nanya kayak gitu ya.

Oke, jadi gini,  di dalam hadis Rasulullah, disebutkan loh, bahwa seorang Muslim yang membaca al-Quran itu digambarkan seperti buah yang rasanya manis dan aromanya wangi.

Sementara  yang tidak membaca al-Quran, sama seperti buah yang rasanya manis tapi nggak beraroma.

Hadisnya diriwayatkan oleh Abu Dawud. Alasan lain mengapa kita harus bisa membaca al-Quran adalah karena aL-Quran merupakan kitab suci kita.

Saat ini, banyak banget loh orang non Muslim yang hafal al-Quran dan mengkaji al-Quran. Padahal mah al-Quran bukan kitab mereka.

Lah, nggak malu sama mereka? Jika agama lain saja mengagumi al-Quran, kitab suci kita, menghafal, dan mencoba memahaminya, mengapa kita justru melupakannya? Kan nggak lucu ya.

Selain itu, dengan membaca al-Quran, ada banyak kebaikan yang kita dapatkan. Dan biasanya, kebaikan-kebaikan tersebut nggak terduga loh.

So, yakin nggak pengen belajar al-Quran? Yakin nggak ingin mendapatkan kebaikan dari Allah?

Pokoknya, ketika kamu mempelajari  dahulu ‘kenapa kita harus bisa membaca al-Quran dan terus menerus membacanya’ maka saya yakin deh, kamu bakalan rajin ngaji, dan nyesel kenapa nggak tahu dari dulu.

Jadi, nggak heran jika dari kecil orang tua kita sudah memaksa kita untuk ke TPA atau ke tempat guru ngaji buat belajar. Karena manfaatnya sebanyak itu.

Manfaat dan keutamaan membaca al-Quran bahkan bukan semata-mata untuk dunia. Melainkan juga untuk akhirat.

Baca juga:

Inalilahi Wainalilahi Rojiun

Mengenal Huruf Hijaiyah

Oke, sebelum kita ngebahas tentang cara baca huruf hijaiyah, ada baiknya kalau kita kenalan dulu dengan huruf-huruf hijaiyahnya.

Karena bagaimanapun, mengenal huruf hijaiyah adalah modal awal yang harus kamu miliki.

Nah, huruf hijaiyah merupakan alfabet di dalam bahasa Arab. Dan perlu kamu ketahui, bahwa huruf hijaiyah punya ketentuan khusus, atau aturan khusus yang sudah pasti berbeda dengan abjad bahasa Indonesia.

Mulai dari penulisan hingga pelafalan. Meskipun al-Quran berbahasa Arab, namun mengetahuinya bukan hanya ditujukan Allah kepada orang Arab doang, melainkan bagi seluruh umat Muslim se-dunia.

Peranan huruf hijaiyah sama seperti alfabet biasanya, yakni untuk menyusun kata menjadi kalimat. Jumlah huruf hijaiyah sendiri ada 30 huruf.

Namun ada yang mengatakan hanya 29 ya. Yang dimulai dari huruf ا  (A) hingga ي (Ya).

Jika kamu ingin proses belajarnya cepat dan mudah, maka cobalah untuk menghafal dan memahami huruf hijaiyah satu per satu.

Berikut adalah 31 huruf hijaiyah yang harus kamu hafalkan.

  • ا a (Alif)
  • ب ba (ba)
  • ت ta (ta)
  • ث tsa (tsa)
  • ج ja (jim)
  • ح ḥa (ḥa)
  • خ kha (kha)
  • د da (dal)
  • ذ dza (dzal)
  • ر ra (ra)
  • ز za (zai)
  • س sa (sin)
  • ش sya (syin)
  • ص sha (shad)
  • ض dha (dha)
  • ط tha (tha)
  • ظ dha (dza)
  • ع’a (‘ain)
  • غ gha (ghain)
  • ف fa (fa)
  • ق qa (qaf)
  • ك ka (kaf)
  • ل la (lam)
  • م ma (mim)
  • ن na (nun)
  • و wa (waw)
  • ه ha (ha)
  • ل la (lam)
  • لا la (lam alif)
  • ء a (hamzah)
  • ي ya (ya)

Keterangan:

Pembacaan yang dibuka kurung adalah pembacaan jika harakatnya fathah. Sementara bunyi asli sebelum diberi harakat adalah yang di dalam kurung.

Tanda Baca Huruf Hijaiyah

Tanda Baca Huruf Hijaiyah

Setelah mempelajari, menghafal, dan memahami huruf hijaiyah, kamu akan berkenalan dengan yang namanya tanda baca atau harakat dalam huruf hijaiyah.

Tanda baca ini harus benar-banr kamu pahami ya. Karena jika tidak, maka bisa mengubah makna dari kata atau kalimat yang kamu baca.

Adapun fungsi dari tanda baca huruf hijaiyah ini adalah sebagai penentu bagaimana harusnya kata itu dibaca.

Sederhana ya. Jadi, buat yang pertama kali buka al-Quran atau buka iqra’, pasti bakalan bingung.

Selain dibingungkan dengan bentuk hurufnya, juga akan bingung dengan harakat, atau tanda bacanya.

Karena kamu akan menemukan ada garis di atas  huruf, garis di bawah huruf, gambar yang hampir seperti angka 6, angka 9, seperti bendera, dan lain sebagainya.

Maka, untuk benar-benar mengetahuinya, kamu perlu yang namanya ‘ilmu’. Oke langsung saja ya.

Baca juga:

Ya Muqollibal Qulub

Tanda Baca Huruf Hijaiyah – Fathah

Tanda baca huruf hijaiyah yang pertama adalah fathah. Untuk tanda satu itu bentuknya horizontal ya, dan letaknya ada di atas huruf hijaiyah.

Fathah ini akan melambangkan fonem ‘a’. Di mana, ketika terdapat huruf yang di atasnya terdapat tanda ini, maka bunyinya adalah ‘a’.

Misalnya ada huruf ف. Jika diberi harakat fathah فَ, maka dibaca fa. Pembacaan atau pelafalazannya akan berbeda lagi ketika harakatnya di bawah.

Ayo berlatih mengenali dan membaca huruf berikut.

بَ , إ فَ ,أَ ,تَ ,مَ ,ةَ ,هَ ,اَ

Baca juga:

Doa Sebelum Adzan

Tanda Baca Huruf Hijaiyah – Kasrah

Tanda baca huruf hijaiyah yang kedua adalah kasrah. Bentuknya sama seperti fathah.

Perbedaan antara keduanya hanya ada pada letaknya.  Jika fathah terletak di atas huruf, maka kasrah di bawah huruf.

Apabila terdapat hururf hijaiyah yang diberikan harakat kasrah, maka hurufnya akan berbunyi ‘I’. Kita ambil contoh huruf فِ tadi ya. Jadi, huruf ini akan dibaca fa, karena harakatnya di atas.

Sementara jika harakatnya di bawah, maka bacaannya adalah fi. Gampang kan ya?

Jika sudah paham, kamu bisa mencoba seluruh huruf dengan menggunakan dua harakat ini.

بِ, غِ, قِ اِ, مِ, تِ, رِ

Baca juga:

Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir Arab

Tanda Baca Huruf Hijaiyah – Dammah

Tanda baca beriktunya adalah dammah. Bentuknya seperti angka 9 ya. Letaknya ada di atas huruf.

Harakat atau tanda baca satu ini melambangan fonem u. Apabila kamu menemukan huruf hijaiyah yang diberikan tanda baca dammah, maka kamu bisa membacanya dengan bunyi ‘u’.

Misal, قُ qu , تُ tu, لُ lu, عُ ‘u, رُ ru, ءُ u, مُ mu, dan lain sebagainya.

Tanda Baca Huruf Hijaiyah – Sukun

Sukun merupakan tanda baca di dalam al-Quran yang bentuknya bulat. Untuk letaknya juga di atas ya.

Sukun melambangkan sebuah huruf yang mati.  Misal nih, terdapat kata qad, huruf qaf nya mempunyai harakat fathah atau garis di atas, sementara dalnya berharakat sukun.

Maka hasil dari bacaan ini adalah qad. Di mana, qa nya kamu baca biasa, sementara dalnya dimatikan, atau menjadi d saja.

Hal ini berlaku untuk semua huruf yang mati. Contoh, رَقْ cukup baca dengan raq saja. Pokoknya kamu hanya perlu mematikan huruf yang ada harakat sukunnya saja.

قَدْ, لَمْ, اَبْ, جَدْ, رَقْ

Baca juga:

Tanda Baca Dalam Alquran

Tanda Baca Huruf Hijaiyah – Tanwin

Tanda Baca Huruf Hijaiyah - Tanwin

Apabila ke empat tanda baca huruf hijaiyah di atas sudah kamu pahami dan kuasai, maka untuk melanjutkan tanda baca lainnya akan jauh lebih mudah.

Karena keempat tanda baca tersebut adalah kuncinya. Nah, tanda baca berikutnya ada apa lagi? Ada tanwin.

Jadi, tanwin adalah tanda baca di dalam al-Quran yang akan menunjukkan bahwa huruf dengan harakat ini akan dibaca seperti nun mati.  Tanwin dibagi menjadi tiga.

Ada fathah tain, kasrah tain, dan dhammah tain. Di mana, ketika kamu menemukan bentuk harakat fathah, tapi garisnya ada dua, maka itu dinamakan sebagai fathah tain.

Sama halnya ketika kamu menemukan kasrah yang garisnya dua, dan bentuk dhammahnya dua.

Untuk mempermudah, berikut adalah beberapa contoh penggunaan tanwin di dalam al-Quran. Pelajari pelan-pelan ya.

Tatkala ada hururf ra yang fathah tain, maka akan dibaca dengan ran. Kalau harakatnya satu kan hanya ra ya.

Nah, kamu bisa coba mempraktekkannya dengan huruf lain. Oke, coba latihan sendiri ya. Di bawah ada beberapa contoh yang bisa kamu jadikan sebagai bahan buat latihan di rumah.

  • Fathah Tain
  1. قً (qan)
  2. فً (fan)
  3. غً (ghan)
  4. عً (‘an)
  5. ظً(dhan)
  • Kasrah Tain
  1. طٍ (thin)
  2. اٍ (in)
  3. ءٍ(in)
  4. يٍ(yin)
  5. ذٍ (dzin)
  • Dammah tain
  1. وٌ (un)
  2. نٌ(nun)
  3. مٌ (mun)
  4. لٌ (lun)
  5. كٌ (kun)

Harakat Panjang

Tanda baca huruf hijaiyah berikutnya adalah tanda panjang. Jadi, di dalam al-Quran itu ada kata-kata yang dibaca panjang.

Dan panjang pendeknya akan ditentukan dengan tanda baca yang ada pada huruf tersebut.

Tanda baca di dalam al-Quran meliputi alif sukun, ya sukun, dan waw sukun. Di mana, ketika kamu menemukan ada huruf hijaiyah yang diikuti, atau setelah huruf hijaiyah tersebut terdapat tanda baca ini, maka kamu bisa memanjangkannya.

Oke, untuk mempermudah, berikut contohnya.

   يَتَسَاءَ

(yatasaa-a)

قَدْ عَلِمُوْ

(qad ‘alimuu)

عَلِيْم

(‘aliim)

Yuk berlatih membaca harakat panjang berikut.

Alif sukun

  • يُسَاقُونَ (Yusaaquun).

Nah, di dalam kata ini ada dua tanda baca panjang. Pertama adalah alif sukun, kedua ada qaf sukun.

Oh ya, untuk alif sukun di dalam al-Quran, ditandai dengan alif biasa ya. Jadi tidak ada tanda ‘sukun’ nya pada alif tersebut.

Berbeda halnya dengan ‘ya (sukun), dan waw (sukun). Maka cara mengetahui dia alif sukun adalah dengan melihat terdapat huruf alif di samping hururf.

Dan alif ini bisa menyambung dengan huruf sebelumnya. Perhatikan saja contoh-contoh yang ada, agar semakin paham. Perhatikan posisi alifnya.

  • كَأَنَّمَا (Kaannama)

Posisi alif sukunnya ada di sebelah ma ya. Sehingga, kamu perlu mmebaca hururf ma –nya dengan panjang.

  • الْكَافِرِينَ  (al-kaafiriina)

Untuk contoh yang satu ini juga memiliki dua tanda baca huruf hijaiyah.

Ada alif sukun dan juga ya sukun. So, kedua huruf sebelum tanda sukun tersebut meski kamu baca panjang.

Sebelum alif sukunnya ada huruf ka, maka ka nya bisa kamu baca panjang sebanyak dua ketukan atau satu harakat.

Dan sebelum ya sukun ada huruf fa. Maka cara membaca fa nya adalah dengan memanjangkanya.

  • وَأَصْلِحُوا (wa-ashliḥuu)

Jika beberapa contoh di atas alif sukunnya bersambug dengan huruf sebelumnya, maka contoh satu ini tidak ya.

Hal ini karena huruf waw tidak bisa disambung dengan huruf apapun. Termasuk huruf a. Sehingga bentuk dan penulisannya harus terpisah. Pahamlah ya.

  • زَادَتْهُمْ إِيمَانًا  (Zaadat hum iimaa naan)

Di dalam kalimat ini, terdapat tiga tanda baca.

Ada alif sukun, ya sukun, dan mim sukun. Ketiganya bisa kamu baca sebagaimana penjelasan di atas.

Caranya adalah dengan memanjangkan huruf sebelum tanda baca tersebut. Yaitu memanjangkan huruf za dan alifnya, lalu mematikan hururf mim setelah hum.

  • نَسْتَعِينُ (nasta’iin)

Kalau ini mah gampang ya. Karena kamu hanya perlu memanjangkan huruf ain nya saja.

Karena sesudahnya terdapat tand baca panjang berupa ya sukun. Maka, ketika kamu menemukan kata-kata di dalam al-Quran yang menunjukkan hal ini, kamu bisa mmebacanya dengan panjang.

  • صِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (Shiraatal mustaqiim)

Ini adalah salah satu penggalan ayat yang ada di dalam surah al-Fatihah yang hamper kit abaca setiap hari.

Nah, gimana, kamu sudah membacanya dengan baik dan benar belum? Coba kita cek.

Cara membaca shiraatal mustaqqim adalah dengan memanjangkan hururf ra nya karena terdapat alif sukun setelahnya, dan memanjangkan juga huruf qaf nya, karena diikuti dengan ya sukun. Gampang toh?

  • مُؤْمِنِينَ (Mu’miniina)

Cara membaca mu’miniiina ini sama seperti cara-cara sebelumnya. Dan ini menjadi contoh yang paling gampang kok.

  • يَتَوَكَّلُونَ (Yatawakkaluun)

Setelah huruf lam, ada wa sukun. Maka kamu perlu membacanya panjang.

  • لَكَارِهُونَ (lakarihun).

Di dalam kata ini, terdapat dua tanda baca panjang. Pertama adalah alif sukun dan kedua ada waw sukun. Maka, panjangkan huruf kaf dan ha nya. Gimana, ngerti kan?

Jadi, dari beberapa contoh di atas, kamu bisa memahami polanya. Pola bagaimana huruf itu bisa dibaca i dengan panjang, a dengan panjang, dan u dengan panjag.

Jika sudah bisa membaca contoh-contoh di atas, kamu pasti sudah bisa membaca yang lainnya.

Paling tidak, ini adalah modal kamu untuk belajar tanda baca lainnya.

Dan ini masih dasar banget ya.

Karena masih ada beberapa tanda baca lainnya di dalam al-Quran yang harus kamu kuasai.

Tips Belajar al-Quran

Setelah mempelajari dan menguasai tanda baca huruf hijaiyah di atas, kamu akan belajar tanda baca lainnya.

Kalau istilah ilmunya adalah ‘tajwid’. Yang berarti ilmu yang mempelajari tentang cara membaca al-Quran yang baik dan benar.

Tanda-tanda baca di atas hanyalah permulaan. Nah, jika tanda baca dan tajwid sudah oke, akan lebih afdhal jika kamu belajar tashin.

Dalam rangka membaguskan bacaan al-Quran kamu. Dalam mempelajari al-Quran, terdapat beberapa tips yang bisa kamu coba.

  1. Luruskan niat, semata-mata untuk dan karena Allah.
  2. Belajar sungguh-sungguh dan istiqamah.
  3. Pelajari keutamaan-keutamaan membaca al-Quran, plus alasan mengapa seorang muslim harus belajar al-Quran dan terus membacanya. Memang, di atas sudah disinggung beberapa. Tapi itu hanya secara umumnya saja. Kamu bisa menggali pengetahuan seputar hal tersebut. Hitung-hitung sekalian belajar.
  4. Meminta pertolongan dari Nya, agar dimudahkan dalam proses belajar.
  5. Terus belajar.
  6. Dan yang tidak kalah penting adalah terus berlatih. Karena membaca al-Quran adalah keterampilan. Di mana, semakin sering kamu berlatih dan mencoba, maka hasilnya akan semkain bagus dan maksimal. Namun begitu kamu malas berlatih, tentu akan sebaliknya.

Demikian pembahasan seputar tanda baca huruf hijaiyah yang meski kamu kuasai dari sekarang. Semoga bermanfaat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *