Sholawat Tunjina

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahi Alhamdulillah La haula wala quata illa billah.

Allahumma shali’ala sayyidina Muhammadin Shalallahu’alaihi wa salam wa ala ali sayyidina Muhammadin Shalallahu’alaihi wa salam wa umatihi ajmain.

Membaca sholawat kepada Nabi SAW merupakan salah satu ibadah yang unik menurut syariah, dikarenakan sholawat merupakan satu-satunya ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam yang bahkan Allah SWT sendiri pun melaksanakannya.

Sholawat sendiri secara bahasa adalah bentuk jamak dari sholla yang berarti doa. Sedangkan menurut istilah ialah bentuk doa dan pujian untuk Nabi sebagai Ibadah Kepada Allah SWT.

Banyak sekali fadilah keutamaan dan manfaat yang terkandung di dalam bacaan sholawat itu sendiri, salah satunya yaitu seperti sholawat tunjina atau sholawat munjiyat.

Baca juga:

Sholawat Wahidiyah

Sholawat Tunjina

Sholawat Tunjina

Sholawat tunjina atau juga disebut dengan sholawat munjiyat adalah “Sholawat Penyelamat”. Bacaan sholawat tersebut dalam penamaannya tidak terlepas dari kronologi “terciptanya” bacaan sholawat tersebut yang berasal dari sebuah peristiwa yang dialami oleh salah satu orang ‘arif. Dan kronologinya yaitu sebagai berikut :

قال بعض العارفين كنت في مركب فعصفت علينا الريح فأشرفنا على الغرق فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في منامي فقال قل لهم يقولون اَللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ فاستيقظت فقلناها جميعا فسكن الريح بإذن الله تعالى

“Sebagian orang arif berkata: ‘aku berada di kapal, kemudian badai berembus kencang, hampir saja menyebabkan kami tenggelam. Lalu aku (tertidur dan) melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpi, beliau bersabda: Katakan pada mereka ‘Bacalah doa Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât, lalu aku terbangun dan kami ucapkan bacaan sholawat tersebut, lalu angin pun terdiam atas seizin Allah ta’ala,” (Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafuri, Nudhah al-Majâlis wa Muntakhab an-Nafâis, hal. 284).

Dalam kitab al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala al-Basyir wa an-Nadzir. Lebih menjelaskan bahwa orang arif yang dimaksud merupakan salah satu pemuka tarekat Syadziliyah, yaitu Syekh As-Shalih Musa ad-Dlarir, sebagaimana yang disampaikan dalam referensi seperti berikut:

وأخبرني الشيخ الصالح موسى الضرير رحمه الله تعالى: أنه ركب في البحر؛ قال: وقامت علينا ريح تسمى: الأقلابية قلَّ من ينجو منها من الغرق، وضج الناس خوفاً من الغرق، قال: فغلبتني عيناي، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وآله وسلم وهو يقول: قل لأهل المركب يقولون ألف مرة: اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ قال: فاستيقظت، وأعلمت أهل المركب بالرؤيا، فصلينا بها نحو ثلاثمائة مرة؛ ففرج عنا، هذا أو قريب منه، صلى الله عليه وسلم.

Syekh Shalih Musa ad-Dharir rahimahullah mengabarkan kepadaku bahwa beliau mengendarai perahu, lalu berkata: “Badai yang dikenal dengan sebutan Aqlabiyah menyerang kami, sangat sedikit orang yang selamat dari tenggelam sebab badai tersebut. Manusia berteriak karena khawatir akan tenggelam. Lalu aku diserang rasa kantuk, hingga akhirnya aku tertidur. Dalam mimpi Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Katakan pada penumpang perahu, agar mereka membaca shalawat berikut: ‘Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli Sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî’il ahwâli wal âfât wa taqdhî lanâ bihâ jamî’al hâjat wa tuthahhirunâ bihâ min jamî’is sayyiât wa tarfa’unâ bihâ ‘indaka a’lad darajât wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyat min jamî’il khairâti fil hayâti wa ba’dal mamât.’

Lalu Aku terbangun dan aku beritakan pada penumpang perahu tentang mimpi yang aku alami, kami pun membaca shalawat tersebut, dan ketika mencapai sekitar bilangan 300, badai pun reda,” (Syekh Umar bin ‘Ali bin Salim al-Fakihani, al-Fajr al-Munir fi as-Shalat ala ala al-Basyir wa an-Nadzir, hal. 25)

Sholawat tunjuna atau munjiyat sering juga dilafalkan pada awalan bacaan doa-doa, seperti doa tahlil. Sangat masyhur sekali jika membaca doa yang diawali dengan membaca sholawat munjiyat ini bisa membuat doa yang dipanjatkan akan cepat terkabul dengan seizin Allah SWT.

Selain itu juga, sangat dianjurkan untuk membaca sholawat munjiyat ini sebagai dzikir setelah selesai melaksanakan sholat hajat, agar hajat yang diinginkan bisa segera terpenuhi atas kehendak Allah SWT.

Kata munjiyat sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya keselamatan. Memiliki maksud untuk mendoakan dan memohon berkah kepada Allah SWT. Dan memiliki isi kandungan untuk bertawasul kepada Nabi SAW untuk mendapatkan keselamatan dari segala macam marabahaya.

Sholawat tunjina juga banyak tercantum dan terlafalkan dalam wirid-wirid dan hizib-hizib yang biasa diamalkan pada majelis-majelis atau pondok pesantren lainnya.

Hal tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya fadilah keutamaan dan manfaat dari membaca sholawat munjiyat.

Dan juga tentunya akan lebih baik lagi jika membaca atau mengamalkan sholawat tersebut sesuai  dengan petunjuk atau anjuran yang sudah dijelaskan atau disebutkan oleh tokoh-tokoh ulama atau guru-guru sekalian.

Baca juga:

Sholawat Adrikni

Bacaan Sholawat Tunjina (Arab, Latin Dan Terjemahannya)

Bacaan Sholawat Tunjina (Arab, Latin Dan Terjemahannya)

Berikut lirik atau bacaan sholawat tunjina atau sholawat munjiyat:

اللَهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحمَدٍ صَلاَةٌ تُنْجيْنَا بِهَا مِنَ جَمِيْعَ الأهَوْاَلِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بها جَمِيعَ الحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيّئاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَي الدَرَجَاتِ وَتُبَلّغُنَا بِهَا أَقْصَي الغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الخَيرَاتِ فِي الحَيَاةِ وَبَعْدَ المَمَاتِ برحمتك يا أرحم الراحمين

Allohumma sholli ‘ala syaiyidina muhammad sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat wataqdilana biha jami’il hajat watutohhiruna biha min jami’is syayyiat, watarfa’una biha a’lad darojat watuballi ghuna biha aqshol ghoyat min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat. Birohmatika ya Arhamar Rahimin.

Artinya:  “Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati.”

Baca juga:

Sholawat Nariyah

Keutamaan Dan Cara Mengamalkan Sholawat Tunjina

Keutamaan Dan Cara Mengamalkan Sholawat Tunjina

Berikut beberapa keutamaan dan cara mengamalkan bacaan sholawat tunjina atau sholawat munjiyat:

  1. Barang siapa yang suka membaca sholawat Tunjina pada setiap hari sebanyak 500 kali,niscaya ALLAH akan mengabulkan semua hajatnya,baik hajat dunia maupun akhirat. Seperti umpamanya,minta kaya atau minta dikaruniai anak,maka akan segera terkabul.
  2. Sebagian Ulama berkata: Sesungguhnya sholawat Tunjina itu adalah sebagian dari gedung-gedung Arsy”.
  3. Barang siapa yang membaca sholawat Tunjina sebanyak 100 kali pada tengah malam setelah sholat Tahajud,maka apa yang di mintanya ALLAH akan segera mengabulkannya,suatu pengabulan yang lebih cepat dari pada kilat.

Di dalam kitab “Afdholus-sholawat ‘Alaa Sayyidis-sadaat” karya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani, juga disebutkan beberapa keutamaan sholawat munjiyat, yaitu sebagai berikut:

  • Setiap selesai sholaat fadhu dibaca 40 kali, insyaAllah akan diberi kemudahan dalam semua urusan, menghilangkan kesusahan, meninggikan pangkat dan derajat, menerangkan hati, meluaskan rejeki, membuka pintu-pintu kebaikan, serta dihindarkan dari bencana/musibah.
  • Saat lahirnya anak, dibaca 41 kali, insaAllah anak tersebut kelak akan menjadi orang yang taat kepada Allah dan RasulNya, menjadi orang besar yang shaleh, patuh kepada nasihat kebaikan dari orang tua dan gurunya, dan akan menjadi seseorang yang berguna bagi agama dan bangsanya.
  • Bila memiliki hajat yang mendesak, dengan syarat harus memiliki keyakinan yang kuat, sholawat tunjina dibaca 11 kali setiap selesai sholat fardhu, kemudian malamnya, ditengah malam bangun untuk melakukan sholat hajat 2 rakaat, dilanjut dengan membaca sholawat munjiyat 1000 kali. InsyaAllah dengan izin dari Allah subhanahu wa ta’alahajatnya akan segera terpenuhi.

Penutup

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai sholawat tunjina atau sholawat munjiyat yang bisa disampaikan pada artikel kali ini.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply