Nyamuk Penular Demam Berdarah Mengenal Jenisnya

Nyamuk penular demam berdarah merupakan hewan paling berbahaya pada kalangan semua masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena nyamuk mampu membawa sebuah penyakit dan paling banyak terjadi hingga saat ini.

Demam berdarah dengue atau dbd merupakan sebuah penyakit sangat umum dan berdampak pada masyarakat. Para warga Indonesia seakan sudah terbiasa dengan datangnya penyakit ini karena memang demam berdarah merupakan wabah dan sudah biasa terjadi pada setiap tahunnya.

Penyakit tersebut bisa terjadi karena suatu virus dengue dan akhirnya terbawa oleh jenis nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Indonesia sudah teridentifikasi terdapat 3 jenis yang bisa menularkan virus berbahaya tersebut yaitu : Ades aegypti, Aedes albopictus dan Aedes scutellaris.

Jenis Nyamuk Penular Demam Berdarah Ternyata Betina.

Banyak orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya virus DBD hanya terbawa oleh para nyamuk Aedes betina. Perbedaaan secara mortofologi antara dan betina terletak secara jelas pada bentuk antenanya. Aedes aegypti jantan memiliki antena dengan berbulu lebat sedangkan berbeda dengan betina yang memiliki bulu agak jarang atau tidak lebat.

Jika seseorang dalam darahnya terdapat kandungan virus Dengue hal tersebut merupakan sumber nyamuk penular demam berdarah dengue (DBD). Penyakit berbahaya tersebut akan berada dalam darah selama 4-7 hari dengan memiliki tanda yaitu pada 1-2 hari sebelum demam.

Habitat Hewan Bebahaya dan Merugikan Bagi Manusia

Untuk bisa mencegah peredaran dari jenis nyamuk berbahaya tersebut, maka diperlukan sebuah pengetahuan. Terutama dengan pengetahuan habitat dari hama tersebut, bagaimana mereka berkembang biak dan tinggal.

Lalu sudahkah Anda mengetahui tempat tinggal dan bagaimana mereka berkembang biak untuk membuat jumlahnya makin banyak? Berikut beberapa habitat tempat berkembangnya nyamuk demam berdarah :

  1. Tempat penampungan air (TPA) bisa menjadi salah satu tempat tinggal hewan mematikan tersebut. Contoh tempat-tempat penampunga air yang sering tidak kita sadari adalah drum, tangi reservoir, tempayan, bak mandi atau wc, dan ember.
  2. Bahkan terdapat juga pada penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari. Seperti contohnya sebagai berikut : tempat minum burung, vas bungan, perangkap semut, bak kontrol pembuangan air, tempat pembuangan dispenser, tempat pembuangan air kulkas, barang-barang bekas seperti ban, kaleng, botol, plastik, talang air yang tersumbat, dan lain sebagainya.
  3. Tempat penampungan air alamiah merupakan sebuah tempat untuk berkembang biak bagi hewan berbaya satu ini. Beberapa tempat tersebut antara lain adalah lubang pohon, pelepah daun, lubang batu, pelepah pisang, tempurung kelapa, potongan bambu, tempurung coklat, tempurung karet, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Gerakan Pemberantasan Nyamuk Penular Demam Berdarah

 

nyamuk penular demam berdarah

Demam berdarah merupakan virus berbahaya dan banyak masyarakat menghindarinya. Maka dari itu, untuk bisa menghindari secara sempurna perlu dilakukan sebuah tindakan khusus. Tindakan tersebut yaitu pemberantasan pada hewan jenis ini

Gerakan pemberantasan sarang nyamuk bisa melakukan dengan cara 3M plus sekaligus merupakan salah satu upaya dalam pencegahan DBD. Maka anda bisa melakukan cara ini mungkin dirumah yaitu :

  1. Melakukan 3M (menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin), menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah dari barang bekas untuk menghasilkan nilai ekonomis dengan cara daur ulang.
  2. Memelihara ikan pemakan jentik-jentik dan menempatkannya pada penampungan air, menanam tanaman pengusir nyamuk dan serangga.
  3. Menaburkan bubuk kimia larvasida pada tempat penampungan air jika sulit untuk dibersihkan, serta menggunakan insektisida pada nyamuk dewasa.

Dengan melakukan berbagai cara pencegahan pada habitat nyamuk penular demam berdarah, maka bisa melindungi anda dan keluarga anda.

Leave a Reply