ujio Anak pertama dari lima bersaudara

Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

4 min read

Tarian Tradisional Nusa Tenggara Timur Tari Caci

Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT)- Halo teman teman imujio, kali ini kita akan membahas tuntas seputar kebudayaan Nusa Tenggara Timur atau NTT secara lengkap, setelah kita kemarin membahas kebudayaan Jawa Timur, jangan lupa baca juga ya!

Nah di Nusa Tenggara Timur ini ada beberapa kebudayaan yang menarik untuk kita ketahui, kita akan membahas kebudayaan meliputi:

  • Suku bangsa
  • Rumah Adat
  • Pakaian Adat
  • Senjata Adat
  • Tarian Adat
  • Dll

Nah menarik sekali kan untuk kita ketahui dan menambah wawasan kita seputar kebudayaan yang ada di berbagai Provinsi di negara Indonesia ini. Yuk simak sampai selesai ya.

Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

Kebudayaan Nusa Tenggara Timur
dtechnoindo.blogspot.com

Nusa Tenggara Timur atau NTT merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang letaknya di bagian tenggara Negara Indonesia. Ibu kota Provinsi ini yaitu kota Kupang, Timor Barat. Provinsi ini memiliki 550 lebih pulau, beberapa pulau seperti:

  • Flores
  • Sumba
  • Timor
  • Alor
  • Lembata
  • Rote
  • Sabu
  • Adonara
  • Solor
  • Komodo dan
  • Palue.

NTT memiiki 3 pulau utama yaitu Flores, Sumba dan Timor Barat

Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara itu bagian timur pulau yaitu Timor Timur yang merupakan bekas provinsi Indonesia yang ke-27, mereka pada tahun 2002 merdeka menjadi negara Timor Leste.

Nusa Tenggara Timur biasa dikenal dengan bumi Flobamor sebab merupakan singkatan dari nama pulau-pulau besar yang merangkai Propinsi tersebut seperti Flores, Sumba, Timor dan Alor. Selain itu banyak pulau-pulau lain yang berada di dalamnya. Nusa Tenggara Timur mempunyai beberapa sub etnis di dalamnya yang berbeda bahasa maupun adat-istiadatnya. berikut ini suku dan bahasa yang terdapat di NTT

Suku, Bahasa, Agama  NTT

  • Suku

Berikut ini sebagian suku yang ada di NTT:

  1. Suku Helong
  2. Dawan
  3. Tetun
  4. Kemak
  5. Marae
  6. Rote
  7. Sabu
  8. Sumba
  9. Riung
  10. Nagda
  11. Ende Lio
  12. Sikka-Kroweng Muhang
  13. Lamaholot
  14. Kedang
  15. dan Alor Pantar.
  • Bahasa

Tercatat ada 68 bahasa daerah yang ada di NTT. Berikut ini hanya beberapa daftar bahasa daerah yang terdapat di NTT:

  1. Bahasa Kupang
  2. Bahasa Adang
  3. Bahasa Alor
  4. Bahasa Anakalang
  5. Bahasa Bajo
  6. Bahasa Bajo Delang
  7. Bahasa Batu
  8. Bahasa Blagar
  9. Bahasa Buna (Bunak)
  10. Bahasa Dawan.
  11. Bahasa Rote
  12. Bahasa Sumba Barat
  13. Bahasa Teiwa
  14. Bahasa Wanakula
  15. Bahasa Tetun

Umumnya sehari hari masyarakat NTT memakai bahasa Kupang

  • Agama

Berikut ini daftar agama kepercayaan masyarakat provinsi NTT:

  1. Katolik (55,39%)
  2. Kristen Protestan (34.32%)
  3. Islam (9.05%)
  4. Marapu 1.05%
  5. Hindu (0.18%)
  6. Buddha (0.01%)

Nah itu dia beberapa suku, bahasa dan agama yang terdapat di provinsi NTT. Sekarang kita bahas kekayaan budaya yang terdapat di Nusa Tenggara Timur ini.

Rumah Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

Masyarakat NTT memiliki beberapa rumah adat yang masih jarang orang mengetahuinya, salah satunya rumah adat:

  • Rumah Adat Saoata Musalakirana

Rumah adat ini biasanya hanya untuk ditinggali oleh Lurah, camat, atau pejabat-pejabat lainnya. Rumah ini sama seperti rumah adat lainnya yang berbentuk panggung.

Pada bagian rumah adat ini terdapat balai panjang yang tiangnya berdiri dari landasan batu besar dan tidak perlu ditanam ke dalam tanah, balai ini digunakan sebagai tempat menerima tamu.

  • Rumah Adat Mbaru Niang
Rumah Mbaru Niang
pesona.travel

Mbaru Niang adalah rumah adat dengan 5 tingkat. Rumah adat ini terletak di Desa Wae Rebo, Manggarai Nusa Tenggara Timur. Keunikan rumah ini terletak pada bentuknya yang tidak biasa. Bentuk rumah ini mengerucut pada bagian atapnya hingga ke bawah hampir menyentuh tanah. Atap ini terbuat dari daun lontar kering.

Adapun tingkatan dari 5 tingkat rumah ini berfungsi sebagai:

  1. Tingkat satu pada rumah adat ini disebut lutur digunakan untuk tempat tinggal.
  2. Tingkat kedua disebut lobo digunakan untuk menyimpan bahan makanan.
  3. Tingkat ketiga disebut lentar untuk menyimpan benih tanaman.
  4. Tingkat empat disebut lempa rae untuk menyimpan cadangan makanan,
  5. Tingkan 5 disebut hekang kode sebagai tempat untuk menyimpan sesajian.
  • Rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni
Rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni
griyagawe.files.wordpress.com

Sama seperti wilayah Wae Rebo yang memiliki rumah adat, beberapa wilayah lain di Nusa Tenggara Timur juga mempunyai rumah adat yang sama uniknya. Rumah adat ini dikenal dengan sebutan Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara. Rumah ini mempunyai keunikan yaitu bahannya dibuat dari atap ilalang dengan bentuk kerucut dan menyentuh tanah.

Rumah adat NTT yang satu ini juga memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu:

  1. Tenda Bewa Moni Koanara atau rumah baku sebagai tempat menyimpan tulang-belulang leluhur
  2. Rumah tinggal
  3. Lumbung padi.

Rumah tinggal pada rumah adat ini ditandai di depannya dengan adanya kepala kerbau.

Pakaian Adat – Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur
rumahulin.com

NTT memiliki beberapa suku dari beberapa suku tersebut memiliki baju adatnya sendiri, berikut ini beberapa pakaian adat yang terdapat di Nusa Tenggara Timur. Berikut penjelasannya:

  • Pakaian Adat Suku Rote

Pakaian adat dari suku Rote ini merupakan perwakilan dari pakaian adat NTT yang sudah dikenal diseluruh Indonesia. Pakaian memiliki keunikan desain dan nilai sejarah. Keunikan pakaian adat ini bisa dilihat dari Ti’i langga.

Ti’i langga adalah topi yang bentuknya seperti topi khas meksiko sombrero, topi dibuat dari bahan daun lontar kering. Topi ini berfungsi sebagai simbol percaya diri serta wibawa laki-laki dari suku Rote.

  • Pakaian Adat Suku Sabu

Pakaian Adat Suku Sabu adalah kemeja putih dengan lengan panjang untuk laki-laki, selendang dan bawahan. Selendang yang dipakai merupakan sarung tenun yang diselempangkan di bagian bahu. Selain itu, masih ada sebuah ikat kepala yang terbuat dari emas kalung mutisalak, sabuk berkantong, dan perhiasan kalung pada leher.

Sedangkan khusus wanita berupa kebaya dan kain tenun. Kain tenun atau pending ini adalah sarung yang diikat dipinggang.

  • Pakaian Adat Suku Helong

Pakaian adat ini terdiri dari dua jenis. Yakni

  1. Untuk laki-laki berupa selimut besar yang diikat pada bagian pinggang sebagai bawahan, baju bodo atau kemeja, destar sebagai ikat kepala dan habas atau kalung.
  2. Untuk perempuan berupa kebaya, kemben, perhiasan kepala berbentuk bulan sabit. Ada juga aksesoris tambahan seperto ikat pinggan emas, sarung, giwang atau karabu serta kalung berbentuk
  • Pakaian Adat NTT Suku Dawan

Pakaian adat dari suku dawan ini bernama “amarasi’. Pakaian ini khusus pria terdiri dari

  • Selimut kain
  • Tenun ikat
  • Baju bodo.

Pakaian ini juga dilengkapi beberapa aksesoris seperti kalung, ikat kepala dengan hiasan mutiara, gelang timor dan muti salak.

Sedangkan baju adat suku dawan untuk perempuan terdiri dari

  • Sarung tenun,
  • Selendang,
  • Dan kebaya.

Biasanya untuk tambahan pakaian ini dihiasi kalung muti salak, tusuk konde, gelang dikepala, serta sisir emas.

Tarian Tradisional – Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

Tarian Tradisional Nusa Tenggara Timur Tari Caci
pegipegi.com
  • Tari Bolelebo

Tarian NTT ini digunakan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Pepuan, biasanya mereka mengenakan baju adat suku Rote.

  • Tari Caci

Tarian Caci adalah sejenis tarian perang serta permainan rakyat. Tarian ini berasal dari daerah Flores, tarian ini melibatkan dua orang laki-laki. Satu orang bersenjata cambuk bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan sebuah perisai (tameng).

Tarian ini dimainkan saat acara musim panen (hang woja) dan ritual tahun baru (penti).

  • Tari Gawi

Tari Gawi adalah salah satu dari ragam tarian tradisional Ende Lio. Asal nama tarian di ambil dari beberapa kata yaitu “Ga” yang artinya segan atau sungkan dan “Wi” yang artinya menarik. Melalui perpaduan dua kata itu, Tari Gawi dapat kita maknai menyatukan diri. Penarinya saling berpegangan dan membentuk lingkaran.

  • Tari Ja’i

Tari Ja’i merupakan sebuah tarian khas suku Ngada di Kabupaten Ngada di pulau Flores. Tarian ini lahir sebagai bagian dari ritus Sa’o Ngaza, yakni upacara yang dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan.

Ini merupakan jenis tarian massal atau tarian komunal. Biasanya tarian ini digelar di tengah kampung dengan diiringi alat musik gong dan tambur atau gendang.

  • Tari Kataga

Kataga merupakan tarian masyarakat di Pulau Sumba. Sebuah tarian perang yang telah ada sejak masa megalitikum. Di Anakalang (Sumba di masa itu) hampir selalu terjadi perang antar marga. Membawa kepala musuh untuk digantung di uma adung adalah tradisi pihak pemenang.

  • Tari Lego-Lego

Tradisional NTT lainnya adalah Lego-Lego, tarian khas Alor. Ini merupakan warisan budaya nenek moyang yang tercipta untuk mengingatkan tentang pentingnya persatuan, untuk membangun kampung dan negeri.

  • Tari Likurai

Likurai merupakan tarian NTT yang berasal dari masyarakat Belu. Ini merupakan tari penyambutan yang dulunya digunakan untuk menyambut para pejuang seusai berperang.

  • Tari Tifa

Tari Tifa merupakan alat musik khas masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk juga di NTT. Alat musik tradisional ini kerap menjadi bagian dari kesenian lain, termasuk juga tari.

  • Tari Dodakado

Dodakado merupakan tarian yang juga termasuk permainan rakyat di Kepulauan Alor. Dodakado merupakan hiburan yang menggambarkan keceriaan muda mudi pada saat acara-acara pesta adat

Penutup

Nah teman-teman, itulah sekilas pembahasan kita tentang kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT) , semoga bisa bermanfaat. Terima kasih.

ujio Anak pertama dari lima bersaudara

2 Replies to “Kebudayaan Nusa Tenggara Timur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *