Doa Sholat Dhuha

Doa sholat dhuha – Shalat dhuha menjadi salah satu amalan yang sangat baik untuk kita lakukan. Tapi bagaimana sebenarnya doa sholat dhuha itu sendiri?

Nah, untuk tata cara melaksanakan doanya juga tidak berbeda jauh dengan shalat lainnya. Di mana, jumlah rakaatnya bisa dipilih sendiri.

Dan di dalam shalat dhuha, terdapat ketentuan yang harus kamu pahami ya. Salah satunya adalah terkait dengan jumlah rakaatnya.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang doa sholat dhuha, keutamaannya, lengkap dengan hukumnya berikut ya.

Niat dan Tata Cara & Doa Sholat Dhuha

Bagi yang pertama kali akan melaksanakan ibadah satu ini pasti masih suka bertanya-tanya, bagaimana caranya? Doa sholat dhuhanya seperti apa? Dan pertanyaan-pertanyaan lainkan?

Jadi, cara melaksanakan shalat dhuha sama kok dengan shalat lainnya. Berikut adalah tata cara shalat dhuha dan doa yang bisa kamu pelajari.

Niat Sholat Dhuha

Sebelum shalat, pastikan dahulu bahwa kamu sudah berniat akan melaksanakan shalat dhuha ya.

Dalam hal niat, ulama berbeda pendapat nih. Ada yang menetapkan redaksi niatnya, dan ada juga yang tidak.

Okelah, jika kamu akan melaksanakan shalat dengan niat semisal, “Aku mau shalat dhuha deh.” Maka kalimat tersebut sudah dianggap niat loh.

Dan kamu akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kamu niatkan. Sebagaimana hadis Rasulullah, bahwa segala sesuatu itu tergantung dengan niatnya.

Namun, jika kamu ingin menggunakan redaksi yang popular juga tidak mengapa. Niatnya adalah,

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushallī sunnata al-dhuḥȃ rak’ataini mustaqbila al-qiblati adȃa lillaȃhi ta’ȃla.

Yang artinya, Aku berniat melaksanakan shalat sunnah dhuha sebanyak dua raka’at hanya karena Allah.

Jadi, kamu nggak boleh memaksakan semua teman kamu harus berniat menggunakan redaksi ini ya.

Takbiratul Ihram

Setelah niat, kamu bisa takbiratul ihram. Sama seperti shalat biasa. Yakni dengan mengangkat kedua tangan dengan sempurna, diangkat hingga pundak ataupun telinga.

Seraya membaca,

اللهُ أكْبَرُ

Allȃhu akbar.

“Allah Maha Besar.”

Membaca Doa Iftitah

Membaca Doa Iftitah
Doa Iftitah

Membaca doa iftitah atau istiftah memang sunnah ya. Namun, akan lebih baik jika kamu membacanya.

“Allaahu akbaru kabiraa Walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan waashiilaa, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Innas-sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin

Membaca Al-Fȃtiḥah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmanirrahim.”

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin.”

Artinya : “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

“Ar Rahmaanirrahiim.”

Artinya : “Yang Maha Pengasih, Lago Maha Penyayang.”

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

“Maaliki yaumiddiin.”

Artinya : “Pemilik hari pembalasan.”

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.”

Artinya : “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Ihdinash-shirraatal musthaqiim.”

Artinya : “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.”

Artinya : “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Baca Surah Ad-Dhuḥa

Kemudian I’tidal

Doa I’tidal dibaca setelah rukuk, bangkit dan tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan). I’tidal adalah salah satu rukun dalam sholat.

Berikut bacaan doa I’tidal:

سمع الله لمن حمده

Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

Dilanjutkan dengan membaca :

 رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

Sujud

Sujud

Sujud dilakukan dengan meletakkan tujuh anggota tubuh di lantai.

Adapun ada 7 anggota sujud yakni:

  1. Dahi
  2. Dua telapak tangan
  3. Dua telapak tangan
  4. Dua lutut
  5. Dua lutut
  6. Dua tumit (ujung jari kedua kaki dipanjacatkan).
  7. Dua tumit (ujung jari kedua kaki dipanjacatkan).

Sujud ini dilakukan dua kali dalam satu rakaat dan disunahkan membaca doa.

Berikut ragam bacaan doa sujud dalam sholat:

Bacaan doa pertama:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى 

Subhaana robbiyal a’laa. (Dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi

Bacaan Kedua yang lazim diamalkan:

  سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎

Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdihi (Dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.

Bacaan Ketiga:

 سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ‎

Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh.

Artinya: Maha Suci, Maha Qudus (Maha Mulia), Rabb-nya Para Malaikat dan Ruh.

Bacaan Keempat:

  سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي‎

Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfirlii.

Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, dan dengan memuji-Mu, Ya Allah, berilah ampunan untukku.

Duduk Antara Dua Sujud

firanda.com

Duduk di antara dua sujud adalah rukun dalam sholat

Berdasatkan hadis Rasulullah SAW:

“Tidak sempurna sholat seseorang hingga dia sujud sampai ruas tulang belakangnya mapan, kemudian mengucapkan “Allahu Akbar” kemudian mengangkat kepalanya (bangkit dari sujud) hingga duduk dengan tegak.”

(HR Abu Dawud)

Duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirasy, yaitui membentangkan punggung kaki kiri di lantai dan mendudukinya, kemudian kaki kanan ditegakkan.

Sujud yang Kedua

  سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎

Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdihi (Dibaca 3 kali)

Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.

Kemudian kamu bisa berdiri lagi, melaksanakan shalat satu rakaat lagi hingga salam. Lakukan hal yang sama jika kamu ingin melaksanakan lebih dari dua rakaat.

Jelas ya, bahwa pelaksanaannya bahkan benar-benar persis dengan shalat lain. perbedaannya hanya ada pada bacaannya di rakaat pertamanya saja.

Doa Sholat Dhuha

Setelah salam, jangan lupa untuk membaca doa sholat dhuha ya. Bagaimana doanya?

Berikut doa sholat dhuha:

,اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ ,وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ ,وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ ,وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ ,وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ .اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ. وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ. وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ. وَاِنْ كَانَ حَرَامًافَطَهِّرْهُ. وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ .بِحَقِّ ضُحَاءِكَ ,وَبَهَاءِكَ ,وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ ,وَقُدْرَتِكَ ,آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Jika kamu mempunyai buku tuntunan shalat legen karya Drs. Moh Rifai, kamu bisa ngeceknya doa sholat dhuha di sana juga ya.

Allȃhumma inna al-dhuḥȃa dhuḥȃuk, wa al-bahȃa bahȃuk, wa al-jibȃla jibȃluk, wa al-quwwata quwwatuk, wa al-qudrata qudratuk, wa al-‘ishmata ‘ishmatuk. Allȃhumma in kȃna rizqī fī al-samȃi fa anzilhu, wa in kȃna fi al-ardi fa akrijhu, wa inkȃna mu’assira fa yassirhu, wa inkȃna ḥarrama fa thahhirhu, wa inkȃna ba’īda fa qarribhum biḥaqqi dhuḥȃ;ik wa bahȃik, wa jamȃlik, wa quwwatik, wa qudratik, ȃtinī mȃ ataita ‘ibȃdaka al-shȃliḥīn.

Artinya:

Duhai Allah sesungguhnya masa dhuha itu adalah waktu dhuha Mu, kecantikan itu adalah kecantikan Mu, keindahan itu adalah keindahan Mu, kekuatan itu adalah kekuatan Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan Mu.

Duhai Allah, apabila rizkiku di atas langit, maka turunkanlah.
Jika di dalam bumi, maka keluarkanlah.
Apabila susah permudahlah,
Apabila haram maka sucikanlah,
Apabila masih jauh, maka dekatkanlah,
Karena waktu dhuha Mu, keagungan, keindahan Mu, kekuatan Mu, dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kami segala yang sudah Engkau limpahkan kepada hamba Mu yang shaleh.

Namun, perlu kamu tahu, bahwa doa sholat dhuha ini bukanlah doa khusus yang memang diajarkan oleh Baginda Rasulullah.

Maka, tidak heran jika para ulama tidak mencantumkannya ke dalam kitab fiqh mereka. Meskipun tidak berasal dari Rasulullah, boleh kok mengamalkannya.

Karena doa sholat dhuha ini merupakan salah satu fadhail al-a’mal. Atau keutamaan amal, dan isinya juga sanjungan, pengesaan, dan permohonan kepada Nya.

Doa sholat dhuha yang ini terdapat di dalam kitabnya al-Syarwani yang berjudul Syarh al-Minhaj, dan juga terdapat di dalam kitab al-Dimyati yang berjudul I’anatuth thȃlibin.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
islampos
  • Dalil 2 rakaat

Untuk jumlah rakaatnya sendiri minimal dua rakaat ya. Sesuai dengan hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

  • Dalil lebih dari 2 rakaat

Dan kalau maksimalnya terdapat beberapa pendapat ya. Ada yang menyatakan 8, 12, atau bahkan tak terbatas.

Di mana, untuk yang maksimal 8 rakaat bisa kita temukan hadisnya di dalam Shahihain, di dalam kitab Imam Bukhari ada pada nomor 1103, dan di dalam Imam Muslim 336.

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عامَ الفتحِ صلَّى ثمانَ ركعاتٍ سُبحةَ الضُّحى

Anna al-nabiyya shalla allȃh ‘alaihi wasallam, ‘ȃma al-fatḥi shalla tsamȃna rakaȃtin suhḥata al-Dhuḥȃ.

Sementara para ulama yang berpendapat, bahwa tidak ada batasan untuk jumlah rakaat shalat dhuha berpegangan pada hadis dari ibunda Aisyah.

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضُّحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ اللهُ

Kȃna al-nabiyya shalla allȃh ‘alaihi wasallam yushallī al-dhuḥȃ arba’ȃn, wa yazīdu mȃ syȃAllȃh.

Dulu, Rasulullah shalat dhuha hingga 24 rakaat, dan bahkan beliau juga terbiasa menambahkannya sesuka hati beliau.

Untuk pendapat ini dikuatkan oleh beberapa ulama, seperti syaikh Ibnu Baz, al-Thabari, serta Syaikh Ibn Utsaimin.

Pelaksanaan Sholat Dhuha

Pelaksanaan Sholat Dhuha
bersamadakwah.net

Dan pelaksanaan dari shalat sunnah dhuha ini bisa kamu mulai tatkala matahari sudah meninggi, setinggi tombak hingga sebelum zawal ya. Yakni saat matahari sudah tegak lurus.

Hal ini sebagaimana hadis dari Amr bin Abasah. Yang menyatakan, bahwa Rasulullah datang ke Madinah, saat itu aku juga kebetulan ke Madinah.

Dan aku menemui Rasulullah, dan berkata,”Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku terkait dengan shalat. Dan Rasulullah bersabda,

“Laksanakanlah shalat shubuh, kemudian jangan shalat sampai matahari benar-benar sudah meninggi. Karena saat matahari tengah terbit, maka saat itu orang kafir tengah menyembah matahari.

Jika sudah meninggi, kamu shalatlah. Karena ketika kamu shalat, maka akan didatangi dan para malaikat akan menjadi saksinya. Shalatlah hingga bayangan tombak mulai mengecil.

Pendapat lain berasal dari Syaikh Abdul Aziz Baz, di mana beliau menyatakan bahwa shalat dhuha baru dimulai jika matahari sudah terbit lebih dari 15 menit.

Hal ini dapat kita lihat di Fatwa Ibn Baz. Sementara itu, jika mengacu kepada hadis lain, maka waktu terbaik melaksanakan shalat dhuha adalah tatkala matahari telah tinggi.

Dan sinarnya telah terik. Hal ini sebagaimana yang disebutkan di dalam  hadis riwayat muslim nomor 748.

Hadis ini diriwayatkan dari Zaid bin Arqam.

أنَّه رأى قومًا يُصلُّون من الضُّحى في مسجدِ قُباءٍ، فقال: أمَا لقَدْ علِموا أنَّ الصلاةَ في غيرِ هذه الساعةِ أفضلُ، قال: ((خرَجَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم على أهلِ قُباءٍ، وهم يُصلُّونَ الضُّحى، فقال: صلاةُ الأوَّابِين إذا رَمِضَتِ الفصالُ من الضُّحَى

Annahu rȃa qaumȃn yushallūna min al-dhuḥȃ fī masjidi qubȃi, faqȃla: Amȃ laqad ‘alimū anna al-shalȃta fī ghairi hȃdzihi al-sȃ’ati afdhal, qȃla: Kharaja Rasūlullȃh  shallallahu ‘alaihi wasallam ‘alȃ ahli qubȃi, wa hum yushallūna al-dhuḥȃ, fa qȃla shalȃtu al-awwȃbīn idzȃ ramidhat al-fashȃlu min al-dhuḥȃ.

Di mana, Zaid bin Arqam saat itu melihat, ada sekelompok orang tengah menunaikan shalat dhuha.

Lalu ia berkata, “Mungkin mereka tidak tahu, bahwa selain ketika mereka shalat, terdapat waktu yang lebih utama. Rasulullah kemudian bersabda, “Shalat para awwabin baiknya jika dilaksanakan saat anak unta merasakan panasnya matahari.

Hukum Shalat Dhuha

Hukum Shalat Dhuha
islamkita.co

Sebenarnya, apa hukum dari shalat dhuha? Tentu, kita sudah tahu ya, bahwa hukum dari melaksanakan shalat dhuha adalah sunnah.

Dan hal ini sudah disetujui oleh ulama mazhab yang empat. Karena mengacu kepada hadis dari Rasulullah.

Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abū Dzar radhiyallah. Bahwasanya Rasulullah pernah bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Yushbiu ‘alȃ kulli sulȃmȃ min aadikum shadaqa fa kullu tasbīḥah shadaqah, wa kullu tamīdah shadaqah, wa kullu tahlīlah shadaqah, wa kullu takbīra shadaqah, wa amrun bi al-ma’rūf shadaqah, wa nahyu ‘an al-munkar shadaqah, wa yujzī min dzȃlik rak’atȃni yarka’humȃ min al-dhuḥȃ.

Artinya, setiap pagi, tiap-tiap persendian mmepunyai sedekahnya. Di setiap tasbih merupakan sedekah, bacaan tahmid merupakan sedekah, bacaan tahlil merupakan sedekah, dan bacaan takbir merupakan sedekah. Sama halnya dengan amar ma’ruf nahyi munkar yang juga sedekah. Dan semuanya dapat tercukupi dengan shalat dhuha dua rakat.

Hadis ini bisa kita temukan di dalam kitab Shahih Imam Muslim, pada nomor hadis 720. Jelas sekali ya, bahwa setiap persendian kita ini perlu bersedekah tiap pagi.

Dan tiap sedekah persendian kita bisa terpenuhi dengan shalat dhuha dua rakaat ya. Hadis lainnya adalah hadis dari Buraidah al-Aslami.

Yang terdapat di dalam kitab Imam Abu Daawud, nomor 5242. Dan dijatuhi hukuman shahih oleh syaikh al-Albani di dalam Irwaul shalil.

في الإنسانِ ثلاثُ مِئةٍ وسِتُّونَ مَفصِلًا؛ فعليه أن يتصدَّقَ عن كلِّ مَفصِلٍ منه بصدَقةٍ، قالوا: ومَن يُطِيقُ ذلك يا نبيَّ اللهِ ؟ قال: النُّخَاعةُ في المسجِدِ تدفِنُها، والشَّيءُ تُنحِّيهِ عن الطَّريقِ، فإنْ لم تجِدْ فركعَتا الضُّحَى تُجزِئُكَ

Fī al insȃni tsalȃtsu mi’atin wasittūn mafilȃn, fa’alaihi an yatashaddaqa ‘an kulli mafshili minh bishadaqati, qȃlu: wa man yuthīqu dzȃlik yȃ nabiyya Allȃh? qȃla: al-nukhȃ‘atu fī al-masjid tadfinuhȃ, wa al-syaiu tunaḥḥīhi ‘an al-tharīq, fa in lam tajid farak’atȃ al-dhuḥȃ tujziuka.

Yang intinya, bahwa manusia itu mempunyai sendi berjumlah 360, dan tiap sendinya diwajibkan untuk bersedekah.

Kemudian sahabat Rasulullah bertanya, lantas siapakah yang bisa melaksanakannya Rasulullah?

Kemudian Rasulullah bersabda, cukuplah dengan menutupi dahak yang terdapat di lantai masjid menggunakan tanah, menghilangkan hambatan di jalan. Jika kamu tidak menemukannya, maka shalatlah dhuha dua rakaat, itu bisa mencukupinya.

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha
wahdah.or.id

Ketika kita melaksanakan salat dhuha, maka sejatinya kita tengah melaksanakan amalan yang mempunyai banyak keutamaan loh.

Karena memang, shalat dhuha ini menjadi salah satu amalan, atau shalat sunnah yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa keutamaan dari shalat dhuha.

Menunaikan Sunnah Rasulullah

Keutamaan shalat dhuha yang pertama adalah, kamu akan menjadi umat Rasulullah yang menunaikan sunnahnya, yang mengindahkan kebiasaan-kebiasaannya.

Dalam hal ini, terdapat beberapa dalil yang perlu kita renungkan, pertama adalah dalil dari Imam Thabari.

Bahwa, shalat dhuha merupakan wasiat yang khusus dari Rasulullah, yang disampaikannya kepada sahabat beliau, Abu Hurairah, dan juga kepada seluruh umatnya secara umum.

Ada juga sebuah hadis dari sahabat Rasulullah, Abu Hurairah, ia berkata, kekasihku, dalam hal ini adalah Rasulullah, ia memberikan wasiat atau pesan kepadaku.

Yakni ada tiga perkara yang tidak pernah ditinggalkannya, sampai ia meninggal. Dan harus kuamalkan pula.

Yakni puasa ayyamul bidh atau berpuasa setiap tiga hari dalam setiap bulan, menunaikan shalat dhuha, dan tidak tidur sebelum melaksanakan shalat witir terlebih dahulu.

Hadis ini terdapat di dalam kita Imam Bukhari dan Muslim. Di dalam shahih Bukhari ada pada nomor hadis 1981, sementara di dalam shahih Muslim ada di nomor 721.

Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah

Keutamaan yang kedua ialah akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah.

Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Bahawasanya Rasulullah bersabda, siapa yang melaksanakan shalat shubu secara berjamaah, lalu dia duduk sembari berzikir sampai matahari terbit, dan dilanjutkan dengan shalat dhuha dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang menunaikan haji dan umrah.

Hadis ini terdapat di dalam kitab Imam Tirmidzi, dengan nomor hadis 586.

Dibangunkan Rumah di Surga

Keutamaan yang ketiga adalah akan dibangunkan rumah di surga nanti. Dan keutamaan dari shalat dhuha yang satu ini menjadi salah satu keutamaan yang sering kita dengar ya.

Di dalam Shahih al-Jami’, di dalam hadis nomor 634, disebutkan sebuah hadis, bahwa Rasulullah bersabda, siapa yang melaksanakan shalat dua empat rakaat, dan empat rakaat sebelumnya, maka disurga nanti akan dibangunkan rumah baginya.

Dalam artian, jika kamu melaksanakan shalat dhuha sebanyak delapan rakaat ya.

Dicukupkan Allah rezekinya

Tentu, tidak ada di antara kita yang tidak ingin kebutuhan dan rezekinya dicukupkan oleh Allah kan?

Maka, agar segalanya dicukupkan Allah, tunaikan shalat dhuha. Sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang terdapat di dalam riwayat Ahmad, Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi.

Duhai anak adam, jangan engkau lupakan empat rakaat saat awal harimu, maka aku akan mencukupkan untukmu di sepanjang harimu.

Shalat Awwabin

Keutamaan shalat dhuha yang terakhir adalah kamu akan dicatat sebagai orang-orang awwabin, atau orang yang taat.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Huzaimah. Bahwa Rasulullah bersabda, tidaklah seortang menjaga shalat dhuhanya, melainkan dia merupakan bagian dari orang yang taat. Karena shalat dhuha adalah shalatnya orang awwabin.

Jadi gimana, yakin nggak mau shalat dhuha? Oke, sekian tentang hal-hal yang berkaitan dengan shalat dhuha, termasuk doa sholat dhuha. Wallahua’lam bishshawab. Semoga bermanfaat.

 

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Man Jadda Wa Jadda

Dalam menjalani hidup, tak jarang kita mendengar ungkapan man jadda wa jadda. Ia kan? Bahkan, ungkapan ini bukan…
Arti Ghibah
Read More

Arti Ghibah

Arti Ghibah- Berikut kami akan membahas seputar ghibah, mulai dari apa itu ghibah, hukum ghibah, dosa ghibah dan…
Tulisan Arab Fii Amanillah
Read More

Arti Fii Amanillah

Arti Fii Amanillah- Fii Amanillah akhir-akhir ini sangat sering kita dengar, terutama dikalangan kaum muslim. Kali ini kami akan…
Read More

Doa Sholat Tahajud

Mampu bermunajat kepada Allah di sepertiga malam menjadi kenikmatan tersendiri bagi setiap hamba. Apalagi ketika mampu melantunkan doa…